Ki Hajar Dewantara - Pendidikan

 

https://id.pinterest.com/pin/619104280035215125/


PENDIDIKAN

KI HAJAR DEWANTARA

Pemikiran, Konsep, Keteladanan, dan Sikap Merdeka

Pendidikan dan Pengajaran Nasional[1]

I

1.       Kekuatan rakyat adalah kumpulan kekuatan dari setiap anggota masyarakat itu sendiri. Usaha apapun untuk mengangkat derajat bangsa tidak akan berhasil, jika tidak dimulai dari bawah. Sebaliknya bila rakyat sudah mandiri, maka rakyat akan mampu untuk melakukan usaha dan hal-hal yang diperlukan untuk kemakmuran negeri.

2.       Mendidik anak berarti mendidik rakyat. Kondisi kehidupan saat ini adalah buah pendidikan yang kita terima dari orang tua saat kita masih kanak-kanak. Kemudian, anak-anak yang dulu kita didik, kelak akan menjadi generasi penerus negeri ini.

3.       Untuk mendapatkan sistem pendidikan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama, maka sistem yang digunakan atau diterapkan harus disesuaikan dengan kehidupan lingkungan masyarakat. Untuk itu kita perlu untuk melakukan penelitian terkait kekurangan dan hal-hal yang harus diperbaiki bersama dalam masyarakat guna mencapai perbaikan yang baik untuk bersama.

4.       Setiap negara memiliki ciri khas masing-masing. Kita harus memahami akan perbedaan-perbedaan yang ada, agar terwujud keharmonisan menurut keadaan yang ada.

5.       Pengaruh dari pengajaran[2] umumnya memerdekakan manusia atas kehidupan lahiriyahnya dan kemerdekaan secara batin itu didapat dari pendidikan[3].

6.       Manusia yang merdeka adalah manusia yang hidup lahir dan batinnya tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

7.       Tujuan dari pengajaran dan pendidikan yang berguna bagi kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai bagian dari masyarakat.

Didalam hidup yang merdeka  maka seseorang harus senantiasa ingat bahwa ia hidup bersama-sama dengan orang lain. Yang menjadi bagian dari kumpulan manusia lain, yang juga berhak atas kemerdekaannya, dan mereka semua lebih besar. Begitu seterusnya.[4]

Oleh karena itu semakin tinggi pengajaran seseorang semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap kemerdekaan manusia. Maka pengajaran bagi masyarakat sudah sepantasnya diberikan sebaik mungkin.

Selain itu yang juga amatlah penting, pendidikan harus mengutamakan kemerdekaan batin[5]. Agar seseorang bisa lebih sadar akan kewajiban dan haknya sebagai bagian dari masyarakat.

8.       Dalam pendidikan harus senantiasa diingat, bahwa kemerdekaan itu bersifat tiga macam: berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain, dan dapat mengatur dirinya sendiri.

Kemerdekaan itu pada praktinya sulit. Karena bukan hanya berarti kebebasan. Namun juga harus bisa mandiri dan tetap tertib dalam hidup. Dalam hal ini juga memiliki arti mampu mengatur keselarasan antara kemerdekaan diri sendiri dan  kemerdekaan orang lain.[6]

9.       Untuk mencapai kesatuan dalam aksi pengajaran yang berguna bagi ketertiban hidup bermasyarakat, harus ada “persatuan” yang mengandung arti: persatuan dalam keperluan yang penting dan disetujui oleh semua golongan, persatuan yang seperti itu selaras dengan kewajaran. Jangan mengejar sesuatu yang kecil yang bertentangan dengan banyak golongan. Untuk mengejar kepentingan satu golongan saja. Kalau pun berjalan akan berjalan dengan paksaan dan akhirnya akan terpecah juga.

 



[1] Catatan: Saya mencoba menulis kembali tulisan Ki Hajar Dewantara sesuai dengan apa yang bisa saya pahami. Saya melakukan ini untuk membantu saya memahami maksud dari tulisan-tulisan beliau, karena saya mengalami kesulitan untuk memahami teks aslinya. Bila teman-teman ingin membaca teks aslinya bisa langsung membaca buku beliau dengan judul Pendidikan.

[2] Pengajaran adalah proses belajar atau proses menuntut ilmu. Pengajaran bisa dilakukan oleh dosen, guru, ustadz yang mengajar atau menyampaikan ilmu kepada murid yang belajar. Hasilnya murid menjadi pandai, dan berilmu pengetahuan.

[3] Sedangkan pendidikan adalah proses mendidik yang melibatkan penerapan nilai-nilai. Di dalam pendidikan terdapat proses pemahaman, penghayatan, penjiwaan, dan pengamalan. Ilmu yang telah diperoleh dipahami dan dihayati hingga tertanam dalam hati dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran tanpa pendidikan akan menghasilkan masyarakat yang pandai tetapi rusak akhlaknya atau moralnya. Masyarakat akan maju di berbagai bidang, tetapi akan timbul hasrat dengki di mana-mana karena jiwa manusianya tidak hidup.( https://siedoo.com/berita-26027-penting-memahami-perbedaan-antara-pendidikan-dan-pengajaran/#:~:text=Pengajaran%20adalah%20proses%20belajar%20atau,yang%20melibatkan%20penerapan%20nilai%2Dnilai.)

[4] Saya kesulitan memahami kalimat ini. Mungkin memiliki maksud “kemerdekaan terkait kemaslahatan untuk banyak orang lebih didahulukan”

[5] Kesadaran akan penerapan akhlak yang baik dalam hidup.

[6] Maksudnya kita hidup merdeka dengan tetap menghargai kemerdekaan orang lain

Komentar

Postingan Populer