Logika Mistika

Pagi ini, entah gimana judulnya, saya putuskan untuk merapihkan kamar sambil mendengarkan Chibi Maruko Chan dalam bahasa China. Lanjut ke lagu Tong Hua. Lalu ke video mas Sabrang Damar Panuluh. Diakhiri video dari Cania Citta yang membahas tentang Madilog. Ini turning point yang membuat saya ingin menulis isi kepala saya hari ini.
Memori saya tentang mistik tiba-tiba berseliweran di kepala. Seolah banyak sekali. Ya, memang banyak sih. Saat saya kecil saya sering sekali mendengar orang tua saya bilang “ini ibu sakit karena ada yang kirimin santet, orang jahat sekali”. Kesimpulan ini selalu ada bahkan sangat intens terjadi saat saya berusia remaja. Terakhir kali saya bertengkar dengan ibu dan abang mungkin 7 tahun lalu terkait hal mistik. Ah, menuliskan kejadian itu membuat saya marah. Kami tidak berdebat tentang masalahnya. Tapi, saya diserang dengan label-label yang keterlaluan hanya karena saya memiliki pendapat yang berbeda. 
Baik, saya mencoba untuk memanggil memori saya terkait hal mistik secara berurutan. Seperti yang Cania sampaikan, Tan Malaka tidak mengatakan bahwa hal ghaib itu tidak ada. Hanya saja kita butuh memiliki landasan dasar yang bisa dipertanggung jawabkan. Berikut ini hal-hal yang saya ingat:
1. Memasang tulisan tertentu
Saya ingat sekali tulisannya berbahasa Arab dan ditulis dengan tinta merah. Di tulis di kertas kecil yang panjang. Lebarnya sekitar 3 cm dan panjang 10 cm. Berwarna putih. Biasanya si dukun minta kertasnya di pasang di dinding, di atas pintu masuk, di sudut-sudut strategis yang mana biasanya sesuatu bisa masuk dan keluar dar rumah. 
2. Memindahkan penyakit ke hewan atau ke benda
Biasanya si dukun meminta untuk membawa hewan ayam, kelinci, dan unggas lainnya dengan warna tertentu guna memindahkan penyakit yang sedang di derita ke hewan tersebut.
3. Menanam benda 
Terakhir kali saya habis dimarahi oleh abang dan ibu karena saya tidak mau menanam benda yang diberi oleh dukun di rumah. Gila sekali, uang 10 juta dikeluarkan untuk hal seperti itu. Bukan untuk penglaris, tapi untuk mengusir marabahaya dan santet katanya. Ah, ingin berkata kasar kalau ingat hal tersebut.
4. Keluar benda atau hewan
Entah itu paku, ulat, keris wawwww magic. Bisa keluar dari tubuh dengan sulap si dukun yang di dampingi dengan bacaan berbahasa Arab atau adakalanya memang mereka pakai ayat al-quran. Jadi, dukunnya punya nama samaran “pak ustad atau pak kiayi” cuma gara-gara pakai ayat al-quran sambil sulap.

Logika seperti itu menemani saya tumbuh. Menarik kesimpulan atas sesuatu yang terjadi dengan menggunakan logika mistik. Sehingga tentu berpengaruh pada cara saya berpikir meskipun saya bertengkar berkali-kali dan menolaknya sedari saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tetap ada pengaruhnya. Contoh, saya sempat berpikir bahwa ketika ibu saya melaksanakan haji. Saya diamanahi untuk mengurus yayasan. Kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas, di yayasan ada masalah listrik, kemudian saya berpikir itu semua terjadi karena seseorang mengirim sesuatu yang jahat. Gimana coba itu. Bukan hanya itu, cuma gara-gara seorang guru di pesantren pernah cerita bahwa dia akhirnya bisa menikah setelah lama sendiri setelah datang ke dukun dan si dukun bilang bahwa selama ini ada hal ghaib yang menempel di tubuhnya sehingga pesonanya tidak terpancar atau bahasa sundanya ‘ketapelan’ dan akhirnya setelah si dukun membuang hal tersebut dia pun menikah. Adakalanya saya berpikir, apa aku juga coba cek ya ke dukun. Hmm…sungguh lingkungan sangat berpengaruh. Cara lingkungan berpikir benar-benar kuat pengaruhnya. Orang yang punya pemikiran bersebrangan saja masih bisa bisa terpengaruh, apalagi yang pemikirannya searah. (Menghembuskan nasaf )

Saya ingat ketika mas Sabrang ditanya di suatu podcast tentang kondisi kesehatan ayahnya yaitu Mbah Nun, ia menjawab belum tahu. Dokter masih dalam upaya mengetahui sebab sakitnya. Mas Sabrang bisa saja menjawab dengan logika mistik biar seru. Mengingat hal tersebut membuat saya menjadi lebih paham yang Cania maksud dengan menjawab “tidak tahu” atau “belum tahu”.


Komentar

Postingan Populer