Kandang Hewan (DAY-13)


Jumlah anak TK A tidak banyak. Hanya ada 11 orang. Namun, banyak yang izin tidak sekolah hari ini. Semua sama, karena demam. Attar sempat berangkat sekolah namun terlihat sangat lemas. Matanya layu dan tidak bertenaga. Ternyata hasil pemeriksaan darahnya, kadar trombosit Attar kurang dari normal. Untuk itu saya meminta mama Attar untuk mengajak Attar pulang dan beristirahat. Karena saya tahu rasanya lemas karena masalah trombosit. Kalau tidak benar-benar istirahat akan lama sembuhnya.

Mata saya hari ini agak-agak. Mungkin karena dua hari berturut-turut selepas mengajar saya ada pertemuan di luar. Dengan jarak yang cukup jauh dan banyak orang. Sehingga manusia ini butuh mengeluarkan lebih banyak tenaga dari biasanya. Namun saya belajar banyak dari pertemuan-pertemuan itu, jadi saya senang. Dimana bisa belajar disitu hati senang. 

Naya mencoba mengatakan sesuatu ke saya pagi ini, "nya nya nya nya" hanya itu suara yang keluar. Saya yang habis bermain petak umpet dengan Naya mencoba mengerti maksud Naya dengan memberi pilihan. "Naya mau main yang lain?"

"nya nya nya nya." Naya merespon saya dengan bahasa yang sama.

"OOOOOh, Naya mau coba main lego?" Naya mengangguk. Akhirnya kami main lego bersama.

Cerita apa ya hari ini. Oh iya, Zaky yang kemarin patah hati, saat tiba di sekolah tiba-tiba kepalanya muncul lewat jendela, "bu gurruuuuuu" dengan senyum bahagia sekali. ahahaha Ternyata patah hatinya sudah sembuh. Kak Tika yang ada di bawah jendela ikut senang. Karena dari kemarin kepikiran Zaky. Begitu pun saya. Ikut senang.

Hari ini kisah kita datang dari Aby. Aby mengumpulkan satu persatu boneka hewan. Boneka-boneka itu Aby bawa kemanapun dia pergi. "Aby, baca dulu yuk sama bu guru. Nanti habis baca kita cari boneka hewan yang lain." Aby setuju mendengar tawaran saya. 


Karena banyak yang tidak masuk, suasana kelas TK A menjadi lebih lenggang. Naya bermain dan belajar dengan Kak Ais di lantai 1. Saya memanfaatkan situasi untuk berinteraksi dengan anak-anak yang lain. Mencoba untuk lebih mengenal mereka. Tiba waktu membaca do'a masuk sekolah Aby merengek di tangga. "Bu guruuuuu aku mau kandang hewan". Aby menangis sambil memeluk boneka hewannya. Mendengar hal itu saya langsung mencari benda yang bisa dijadikan kandang. Pilihan saya jatuh pada kardus yang saya simpan di kamar. Ada kardus headphone yang tidak tahu kenapa masih saya simpan.

"Abyyyy, ini kadangnya." Saya tersenyum senang, begitu pula Aby. Wajahnya terlihat sangat bahagia bisa punya kandang untuk boneka hewannya. Uwww saya ingat sekali senyumnya. 

Sekarang Aby membawa boneka hewan beserta kandangnya kemana-mana. Melihat Aby yang tidak ikut membaca do'a bersama teman yang lain saya pun berpikir untuk menghias kandang hewannya. "Aby, naik dulu ikut belajar dengan bu guru di atas. Bu guru sedang mencari bahan-bahan untuk menghias kandang hewannya." Aby awalnya tidak mau bekerjasama namun setelah diulang dua kali, Aby mau ikut bekerjasama. Sementara saya mencari kertas karton, lem, dan gunting. Setelah semua bahan terkumpul saya naik ke lantai 2 dan menunjukkan kepada Aby. Wajahnya senaaaaaang sekali. Kan jadi nular senangnya.

Sambil menunggu Aby selesai belajar menempel dan berhitung saya mengajarkan satu persatu anak TK B membaca. Sesuai dengan janji, setelah Aby selesai saya bekerjasama dengan Aby menghias kardusnya. Aby tidak mau pegang lemnya karena katanya, "nanti tangan aku jadi lengket dan kotor". 


Sementara anak-anak yang lain sholat dhuha, Aby di luar bersama saya yang sedang menghias kardus. "Aby, sambil menuggu bu guru selesai. Aby sholat yuk disini."

"sholat seperti teman-teman?" Aby pun melakukan gerakkan sholat sambil ngintip teman-temannya sudah gerakan apa. Oh iya, saat menempel kardus saya mendengar Aby menyanyikan sholawat dan lagu yang biasa dilantunkan sebelum sholat dhuha. Anak-anak memang luar biasa, tanpa niat menghafal dengan sendirinya sesuatu yang sering mereka dengar akan mereka hafal.

Meskipun Aby tidak mau ikut menempel kertas kartonnya, Aby melakukan hal yang manis setelahnya. Selesai menghias kandang hewan Aby membersihkan lem yang ada di tangan saya. Tanpa diminta satu persatu sisa lem kertas Aby lepas dari jari-jari saya, "Aby, sabar sekali membersihkan tangan bu guru. Bu guru suka."

Santoso yang sudah selesai sholat keluar mendekati Aby. " Wah kandangnya sudah jadi. Keren sekali kandangnya Aby." Santoso terlihat sangat bangga dengan temannya. Sementara Aby menghias kardusnya dengan gambar-gambar. 



"Ini gambar hewan apa Aby?" Saya penasaran.

"Bukan, ini gelas."

"Oh, gelas. Kirain Aby mau gambar hewan."

"Nah, ini ada matanya." Gumam Aby sambil memberi dua titik.

"Loh? gelas ada matanya Bi?"

"Itu loh bu guru, itu untuk pencetan air." Begitu jawab Santoso, sementara Aby terus menggambar.

"Ini mulutnya deh." gumam Aby lagi.

"Nah, sekarang ada mulutnya San?" Tanya saya bingung.

"Itu kan bu guru, untuk tempat keluar airnya." Jawab Santoso dengan santai. Sementara saya takjub, kok ada aja jawabannya ya. Nggak kepikiran loh saya. Ahahha

Setelah gambarnya selesai, tenyata Aby gambar BOBA. "Bu guru ini sehat tidak?"

Saya tersenyum, "Menurut Aby?"

"Sehat ini. Untuk minum hewan-hewan." Begitu jawab Aby.

"Tidak bu guru, boba tidak sehat." Santoso yang menjawab Aby.


Anak-anak berimajinasi tanpa batas. Bagi saya mendukung imajinasi mereka berkembang adalah hal yang menyenangkan dan saya paham mereka butuh itu. Hal yang tidak masuk akal bagi kita terjadi mungkin karena kita sudah kehilangan kemampuan untuk berpikir seluas mungkin. Tidak menanggapi atau melabeli salah atas imajinasi mereka adalah jalan yang tidak ingin saya pilih.


Komentar