Mulai Terlihat (Day-2)


Hari ke dua sekolah. Saya bertugas berjaga diatas, menemani anak-anak bermain sambil belajar. Ada kejadian hari ini saat bermain mandi bola. Tiba-tiba Zaky menangis. Saat ditanya kenapa, "Aku digigit sama Attar" kata Zaky sambil menangis. Saya pun minta izin Zaky untuk melihat bagian yang di gigit, "bu guru boleh cek gigitannya?" "Mau bu guru olesin obat?".  Karena ada basah dibagian punggung. Ternyata Attar gigit Zaky di bagian punggung. Ada bekas gigi disana. Saya yakin gigitannya cukup tajam. Saya pun mencoba mengajak Zaky bicara sambil mencoba menenangkan. "Kenapa Attar gigit Zaky?". "Gak tau. Aku cuma mau tidur-tiduran di mandi bola". "Zaky tidurnya tiban mate puzzle yang Attar mainin?" tanya saya lebih lanjut. Zaky mengangguk. "Oh begitu, mungkin Attar jadi tidak nyaman karena itu." "Sekarang masih sakit?". Zaky mengangguk sambil tiduran di paha saya menghadap ke lantai di depan. "Zaki mau marah sama Attar?" saya lanjut membantu Zaky memahami peristiwa dan emosinya. "Iya!" Zaky menjawab dengan nada sedikit marah. "Zaky mau maafin Attar?" saya lanjut bertanya. "NGGAK!". Saya tersenyum. Tak lama setelah Zaky tenang. Zaky pun bangun dan bermain kembali dengan teman yang lain. Attar juga mau untuk meminta maaf. Saya juga menyampaikan kepada Attar, bahwa menggigit itu menyakitkan dan tidak boleh gigit orang lain, disertai dengan bahasa tubuh. 


Saat belajar tentang pentingnya mencuci tangan, anak-anak sangat excited. Tapi ya.....fokus mereka tidak lebih dari 10 menit. Beberapa anak yang sudah maju untuk mencoba percobaan sabun dan kuman (lada) langsung keluar main di area playground. ahaha. Fatih paling semangat. Beberapa anak TK A sudah banyak yang berani untuk  berpendapat. Saat ditanya mengapa kita perlu mencuci tangan. Fatih cerita "selepas bermain tanah kita harus cuci tangan" saat ditanya dimana Fatih bermain tanah. Ia menjawab "di kuburan" dengan wajah polosnya. Alvarendra tertawa dengan gaya khasnya. Farel dan Zaki TK B, malah sibuk sendiri bermain tidak mau ikut. HMMMMHHH...Begitulah ketika mereka bersatu. > <)/ 

Kak Tika tidak terlihat di ruangan. Ternyata di luar menemani Naya. Sementara kak Salwa bertugas menemani Attar. Saat waktunya menghias balon dengan kertas krep. Terasa kesulitan. Banyak anak-anak yang belum bisa menggunting. Terutama anak-anak baru. Haura kesulitan membagi kertasnya menjadi dua dengan gunting. Akhirnya saya datang dengan ide gunting sedikit lalu pelan-pelah di robek dnegan tangan. Karena terlalu banyak anak yang minta bantuan guru, sehingga harus bergantian. Guru perlu bergerak dengan cekatan. Nah, disini Zaky tiba-tiba memakai tas. MAU PULANG. @_@. Saya yang memegang dokumentasi langsung pergi menyusul Zaky. Ternyata ada 3 anak lainnya yang sudah ada di lantai bawah. Saat saya tanya, dimana Zaky? mereka menjawab. Zaky kayaknya pulang. Saya agak kesal melihat pintu dan gerbang yang terbuka. Kesal karena yang buka pintu tidak di tutup lagi. Karena kalau anak TK kemungkinan tidak bisa buka gerbang. Karena berat. 



Zaky sudah ada di luar. Untungnya belum jauh dari sekolah. Saya mencoba mengajak Zaky untuk kembali ke sekolah. Zaky menolak dan terus berjalan. Akhirnya saya pakai taktik lain. "Ya sudah kalau Zaky mau pulang. Bu guru tutup gerbangnya ya. " Zaky pun berbalik arah dan masuk kembali ke sekolah. "Zaky kenapa mau pulang?" saya mencoba mengajaknya bicara. "Karena aku nggak bisa gunting dan pasang rambut balonnya". "Oh begitu, kan Zaky bisa bilang sama bu guru. Bu guru akan bantu". 

Hari ini lebih lelah daripada hari kemarin. Karena anak-anak sudah mulai memperlihatkan sifat mereka. Memang begitu setiap tahun. Kalem dulu....teriak-teriak dan lari-larian kemudian. >o<) hahaha

Komentar

Postingan Populer