Lega Melihat Orang Lain Juga Kesulitan
Mental Down
Aku teringat entah berapa tahun yang lalu. Sepertinya sebelum Covid-19. Keadaan mental yang benar-benar tidak baik-baik saja mempertemukanku dengan sebuah acara reality show idol dari Cina. Nama program acara tersebut adalah Youth With You. Aku menonton acara tersebut sambil berjual stiker online. Diasingkan di rumah sendiri karena tidak setuju dengan pernikahan ibu, bukanlah yang pertama kali. Alasanku tidak menyetujui kaena beberapa pengalama di masa lalu dalam pernikahan ibu. Tidak muah bagiku untuk percaya dan membiarkan orang lain masuk ke dalam keluarga. Aku diasingkan, dilabeli hal-hal buruk, hingga cerita-cerita buatan yang tujuannya menyudutkanku. Sebuah acara Idol Survival menyelamatkanku. Membantuku merasa tidak sendiri.
Aku masih ingat semua peserta di acara tersebut memiliki kesulitan masing-masing. Dari banyaknya peserta, acara tersebut hanya akan menyisakan sembilan orang terpilih. Bukan hal yang mudah untuk menerima kenyataan itu. Ada yang cantik rupawan, suara yang lembut nyaman di dengar, mampu menari dengan sanangat apik, cara memimipin yang bijaksana, dan kelebihan lainnya. Namun semua itu tidak cukup. Ada faktor lain, yaitu voting penonton dan juri. Yang mana di industri hiburan, bila kamu tidak cukup menarik dengan faktor x maka kamu harus bersiap untuk tersingkir. Industri yang keras. Meskipun semua industri pastilah penuh tantangan, appaun itu jenis industrinya.
Lega Melihat Orang Lain Juga Kesulitan
Saat melihat mereka latihan meski hanya dari layar kecil gawaiku, aku bisa merasakan dan mengerti yang mereka rasakan. Karena saat masih mengikuti Teater Enjuku begitulah yang aku hadapi. Latihan terus menerus. Terima dipilih di posisi belakang karena penampilan yang tidak cukup bagus, di marahi, dianggap tidak bisa dipercaya untuk mengerti, belum lagi ibu yang tidak mendukung dan banyak hal lain.
Beberapa dari mereka mengalami lebam-lebam di sekujur badan karena latihan menari dengan gerakan yang cukup sulit. Ada yang menangis karena kesulitan mengingat gerakan. Ada juga yang berlatih sendiri mengejar ketertinggalan. Atu semata-mata karena merasa tidak cukup dengan hasil yang dicapai. Apakah semua pengalaman itu menjadi jaminan mereka bertahan dan akhirnya terpilih menjadi 9 grup idol perempuan di season itu? tidak.
Kesulitan yang ditampilkan dalam acara tersebut, entah mengapa membuatku lega. Membuatku berpikir bahwa semua orang sedang berjuang dalam hidup. Aku tidak sendirian. Aku tidak sendirian. Seolah-olah ada yang merangkul bahuku untuk tetap hidup dengan sekuat tenaga. Belum lagi belajar memahami kehidupan bahwa ekspektasi, impian, meskipun sudah diperjuangkan sebaik mungkin tetap tidak ada garansi akan tercapai karena seleksi. Bukan karena tidak cukup baik, hanya butuh merendahkan ego dan berpikir lebih jernih untuk berani mengambil keputusan dan menemukan ataupun membuat diri ada di lingkungan yang benar-benar terbaik untuk segala kemampuan yang dimiliki.
Dalam hidup ketika berkaitan dengan dua manusia, maka setidaknya akan ada dua perspektif yang berbeda. Sehingga adakalanya seperti tidak dihargai sebaik apapun yang sudah dilakukan. Itu terjadi bukan hanya karena "tidak dihargai." Aku curiga itu terjadi karena memang sejak awal itu tidak berharga di mata orang tersebut. Setidaknya pada saat itu dengan pehaman yang ia punya.



Komentar
Posting Komentar